Mengenal alam pemikiran filsafat
Mengenal alam
pemikiran filsafat
Socrates lahir bagaikan seekor lalat yang berdengung
diatas kepala kerbau , sangat mengganggu dan menjengkelkan . Akan tetapi,
dengungan dan teriakan socrates di setiap sudut keramaian membawa misi agar
manusia mengenali dirinya . Dengan ungkapannya “kenalilah dirimu “. Ia
berteriak di ruang publik sehingga banyak orang mendengar dan terpengaruh .
Kaisar dan para elite politik lainnya merasa terganggu dengan teriakan socrates
tersebut.
Teriakan socrates membangunkan kesadaran manusia
untuk terbuka pada kebanaran dan mengenali diri sendiri sebagai manusia
seungguhnya . Manusia yang merdeka , manusia yang mencintai kebijaksanaan dan
manusia yang menghargai prinsip hidupnya , yaitu manusia yang senantiasa
melawan arus untuk sampai pada hulu kebenaran, bukan menunggu di muara yang
telah terkontaminasi oleh berbagai sampah dan cara yang tidak halal.
Socrates beranggapan bahwa nilai itu bersifat tetap
dan pasti menuju pada tercapainya suatu norma yaitu norma yang bersifat mutlak dan
abadi, suatu norma yang sungguh-sungguh ada dalam arti yang absolut . Tujuan
hidup socrates adalah menemukan norma itu , yang ada di dalam manusia itu
sendiri . Di usianya yang ke 70 tahun , ia di hukum mati oleh kaisar karena di
anggap telah merusak pikirana nak-anak muda. Dalam dialog plato, apologia ,
socrates terus membela pentingnya filsafat , mempertahankan ketidak
bersalahanya dan menunjukan ketidakadilan tuntutan itu.
Meskipun dipenjara socrates tetap memiliki
kesempatan untuk melarikan diri, namun itu tidak di lakukannya . Crito
sahabatnya datang dan mengatakan bahwa banyak sahabat socrates siap sedia
dengan sejumlah uang sogokan dan jalan bebas serta satu tempat melarikan diri
di tempat yang aman . Namun socrates menolak tawaran itu dengan jawaban yang
tidak jelas dan membingungkan sahabatnya . Bagi socrates mengejar kebahagiaan
dengan cara melarikan diri dari penjara itu merupakan tindakan yang tidak
bermoral , ia menegaskan bahwa kesenangan pribadinya pada hakikatnya merupakan
suatu hal yang tidak penting . Oleh karena ketidak adilan yang menimpa dirinya
da perlakuan buruk kaisar padanya tidak dapat dijadikan alasan baginya untuk
melarikan diri dan menolak vonis hukuman mati.
Daftar Pustaka
Fautanu, Idzam . 2012. Filsafat Ilmu.
Jakarta: Referensi