Hubungan filsafat dengan pendidikan
Apa hubungan atau korelasi filsafat dengan pendidikan ?
Kenapa ada filsafat dalam pendidikan?
Filsafat membahas sesuatu dari segala aspeknya yang
mendalam, maka dikatakan kebenaran filsafat adalah kebenaran menyeluruh yang
sering dipertentangkan dengan kebenaran ilmu yang sifatnya relatif. Karena
kebenaran ilmu hanya ditinjau dari segi yang bisa diamati oleh manusia saja. Pendidikan merupakan salah satu bidang ilmu, sama halnya
dengan ilmu-ilmu lain. Pendidikan lahir dari induknya yaitu filsafat, sejalan dengan
proses perkembangan ilmu, ilmu pendidikan juga lepas secara perlahan-lahan dari
dari induknya. Pada
awalnya pendidikan berada bersama dengan filsafat, sebab filsafat tidak pernah
bisa membebaskan diri dengan pembentukan manusia. Filsafat diciptakan oleh
manusia untuk kepentingan memahami kedudukan manusia, pengembangan manusia, dan
peningkatan hidup manusia.
Pendidikan adalah merupakan salah
satu bidang ilmu. Sama halnya dengan ilmu-ilmu yang lain, pendidikan lahir dari
induknya filsafat. Sejalandengan proses perkembangan ilmu ilmu pendidikan juga
lepas secara perlahan-lahan dari induknya. Pada awalnya pendidikan bersama
dengan filsafat sebab filsafat tidak pernah bisa membebaskan diri dengan
pembentukan manusia. Filsafat diciptakan oleh manusia untuk kepentingan
memahami kedudukan manusia, pengembangan manusia, dan peningkatan hidup
manusia.
Hubungan antara filsafat dan
pendidikan terkait dengan persoalan logika, yaitu: logika formal yang dibangun
atas prinsif koherensi, dan logika dialektis dibangun atas prinsip menerima dan
membolehkan kontradiksi. Hubungan interakif antara filsafat dan pendidikan
berlangsung dalam lingkaran kultural dan pada akhirnya menghasilkan apa yang
disebut dengan filsafat pendidikan.
Filsafat mempersoalkan istilah-istilah terpokok dari
ilmu pengetahuan dengan suatu cara yang berada di luar tujuan dan metode ilmu
pengetahuan. Dalam hubungan ini Harold H. Titus menerangkan: Ilmu pengetahuan
mengisi filsafat dengan sejumlah besar materi yang faktual dan deskriptif, yang
sangat perlu dalam pembinaan suatu filsafat. Banyak ilmuwan yang juga filsuf.
Filsafat
mempunyai metode dan sistem sendiri dalam usahanya untuk mencari hakikat dari segala sesuatu, dan yang dicari ialah sebab-sebab yang terdalam. Ilmu-ilmu pengetahuan dirinci menurut lapangan atau objek dan sudut pandangan. Objek dan sudut pandangan filsafat disebut juga dalam definisinya, yaitu
"segala sesuatu". Lapangan filsafat sangat jelas; ia meliputi segala
apa yang ada. Pertanyaan-pertanyaan kita itu mengenai kesemuanya yang ada, tak ada yang dikecualikan.
Melalui
filsafat tentang pendidikan, filosof memaparkan idennya bagaimana pendidikan itu,
kemana diarahkan pendidikan itu, siapa saja yang patut menerima pendidikan, dan
bagaimana cara mendidik serta peran pendidik. Sudah tentu ide-ide ini didasari
oleh asumsi-asumsi tertentu tentang anak manusia, masyarakat atau lingkungan,
dan negara. Filsafat pendidikan adalah memeriksa teliti
bagian-bagian pendidikan agar dapat diketahui secara jelas validitasnya. Hal
ini perlu dilakukan agar dalam penyusunan konsep pendidikan secara utuh tidak
terjadi kerancan, umpang tindih, serta arah yang simpang siur. Dengan demkian
ide-ide yang komplek bisa dijernihkan terlebih dahulu, tujuan pendidikan yang
jelas, dan alat-alatnya juga dapat ditentukan dengan tepat. Filsafat pendidikan
adalah upaya mejelaskan atau memberi pengarahan kepada pendidik melalui
filsafat pendidikan. Yang jelaskan bisa berupa hakekat manusia bila
dibandingkan dengan mahluk lain, aspek-aspek peserta didik yang patut
dikembangkan; proses perkembangan itu sendiri, batas-batas bantuan yang bisa
diberikan kepada proses perkembangan itu sendiri, batas-batas keterlibatan
pendidik, arah pendidikan yang jelas , target-target pendidikan bila dipandang
perlu, perbedaan arah pendidikan bila diperlukan sesuai dengan kemampuan,
bakat, dan minat anak-anak.
Daftar Pustaka
Suriasumantri, S. Jujun. 1996. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar
Populer, Jakarta,
Pustaka Sinar Harapan
Purwanto, Ngalim. M. 2003. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis,
Bandung, PT.
Remaja Rosdakarya
Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan Stimulus Ilmu
Pendidikan bercorak
Indonesia, Jakarta, PT. Rineka Cipta.
Fautanu, Idzam . 2012. Filsafat Ilmu. Jakarta: Referensi