Masalah perkembangan psikologi anak usia sekolah dasar (SD)
Masalah
perkembangan psikologi anak usia sekolah dasar (SD)
Berikut
adalah beberpa masalah perkembangan psikologi anak usia sekolah dasar yang
mungkin saja/bisa terjadi.
§
Hiperaktif
Ini
merupakan sebuah gangguan yang cukup sering terjadi. Seorang anak akan
mendapatkan sebuah gangguan prilaku dimana mereka cenderung bergerak aktif,
bahkan super aktif di dalam rumah atau di lingkungan permainan bersama dengan
teman-temanya. Seorang anak dengan masalah psikologi hiperaktif memerlukan
penanganan yang begitu cepat.
§
Sulit
berkonsentrasi
Anak
dengan konsentrasi yang buruk bisa membuatnya kesulitan apabila harus belajar
dalam waktu lama dan mengerti mengenai beberapa materi pembelajaran.
§
Pemurung
dan penyendiri
Mereka
sangat sulit bergaul dan cenderung merasa malu dengan keadaan mereka sendiri.
Anak-anak seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena jiwa sosial mereka
tidak bisa berkembang jika selalu dibiarkan.
§
Masalah
bicara
Rata-rata
mereka mempunyai masalah mengenai artikulasi dimana pembicaraan yang mereka
lakukan kurang jelas dan sulit diterima oleh lawan bicara.
Wentzal dan Asher
menyatakan bahwa para pakar perkembangan membedakan 3 tipe anak yang tidak
popular, yaitu sebagai berikut.
§
Anak
yang diabaikan (neglected children):
yaitu anak yang jarang dinominasikan seabai teman terbaik, tetapi bukan yang
tidak disukai oleh teman-teman dikelompoknya.
§
Anak
yang ditolak (rejected children): yaitu anak yang jarang dinominasikan oleh
seseorang sebagai teman terbaik dan tidak disukai oleh kelompoknya, karena
biasanya anak yang ditolak adalah anak yang agresif, sok kuasa dan suka mengganggu.
§
Anak
yang kontrovesi (controversial children)
adalah anak yang sering didominasikan keduanya, yaitu baik sebagai teman
terbaik dan sebagai teman yang tidak disukai (Sntrock (1997,325)).
Menurut Havinghurst,
tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi berikut.
a.
Menguasai
keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan dan aktifitas fisik.
b.
Membina
hidup sehat
c.
Belajar
bergaul dan berkerja dalam kelompok.
d.
Belajar
menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin
e.
Belajar
membaca, menulis, dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat.
f.
Memperoleh
sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif.
g.
Mengembangkan kata hati, moral dan
nilai-nilai.
h.
Mencapai
kepribadian pribadi.
Dalam upaya mencapai
tugas perkembangan tersebut, guru dituntut untuk memberikan bantuan berupa
berikut.
a.
Menciptakan
lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik.
b.
Melaksanakan
pembelajran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar, bergaul, dan
bekerja dengan teman sebaya sehingga kepribadian sosial berkembang.
c.
Mengembangkan
kegiatan pembelajran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsung
dalam membangun konsep.
Melaksanakn pembelajran yang dapat mengembangkan
nilai-nilai sehingga siswa mampu menentukan pilihan yang stabil dan menjadi
pegangan bagi dirinya.
Daftar Pustaka
Hosnan. 2016. Psikologi Perkembangan Peserta Didik .Jakarta: Ghalia Indonesia
Hosnan. 2016. Psikologi Perkembangan Peserta Didik .Jakarta: Ghalia Indonesia