Socrates dianggap filsuf sejati

Socrates dianggap filsuf sejati
Dialog merupakan cara yang ditempuh socrates . Ia berjalan-jalan ke seluruh pelosok kota, ke tengah pasar dan segala tempat keramaian untuk megobrol dengan banyak orang . Socrates mengajak semua orang untuk membicarakan kehidupannya .
Socrates di anggap sebagai filsuf sejati, ia rela di hukum mati ketimbang berhenti untuk berfilsafat , inilah alasan utamanya . Dalam the gay science nietzsche menulis pujian untuk socrates.
“saya memuji keberanian dan kebijaksanaan socrates dalam semua hal yang ia lakukan , yang ia katakan dan yang tidak ia katakan .. Socrates adalah orang yang berhenti jenius , yang suaranya mampu menyentuh kedalaman jiwa setiap orang yang mengajar untuk mendengarkan, yang menghaluskan jiwa yang kasar dan membiarkan kekayaan yang terlupakan dan tersembunyi, tetesan kebaikan yang karena sentuhannya setiap orang dipercaya bukan karena menemukan rahmat maupun kekaguman , bukan karena diberkati dan ditekan oleh kebaikan orang lain, tetapi karena menjadi lebih kaya dalam dirinya sendiri , etrbuka, barangkali kurang yakin tetapi penuh dengan harapan yang sampai sekarang belum memiliki nama ”
Socrates di sebut filsuf sejati karena ia tidak menjadikan filsafat sebagai teori yang ruwet dan membosankan . Ia adalah filsuf yang digambarkan oleh walter kauffman . Seorang filsuf begini ungkap kaufman , adalah orang yang memerangi ketakutan kita untuk memahami sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaan dan kepercayaan umum dan mencoba membuat kita lebih sensitif terhadap cara pandang orang lain dan menunjuka bagaimana pandangan yang dicerca dan dimengerti secara keliru oleh banyak orang terasa dan terlihat dari dalam .
Pada ciri socrates kita dapat empelajari suatuhal bahwa berfilsafat harus dimulai dari diri sendiri , hidup yang tidak dipertanyakan adalah hidup yang tak layak untuk dijalani , begitu ujar socrates . Ia mengajak kita untuk tidak sekedar menempat seperti botol di dalam kotak minuman . Manusia bukan botol, ia memiliki jiwa yang menyimpan peta menuju kebahagiaan . Namun kita seringkali seperti botol itu, terjebak dalam kebiasaan yang tidak pernah disadari mengapa seperi itu.

Daftar Pustaka
Anees Bambang. 2007. Filsafat Umum. Jakarta : Bumi Aksara



Postingan populer dari blog ini

Jenis-Jenis Pengetahuan

Sikap ilmiah yang harus dimiliki ilmuwan

Pembagian term menurut predikabilia